Beribadah karena syukur lebih hebat daripada beribadah karena takut dosa

Bekerja karena termotivasi oleh rasa berhutang budi atas kebaikan seseorang, itu lebih baik daripada termotivasi karena kita melakukan kesalahan.
Ibdah karena syukur itu lebih hebat daripada ibadah karena merasa berdosa, sebab sentuhan pesykologisnya ketika kita merasa disayang itu semangat kita, etos kerja kita semakin tinggi.
tapi kalau karena kita merasa berdosa, The feeling of guilt maka harus ada tambahan dorongan.



Sebab orang yang berbuat baik karena merasa menerima kebaikan itu tumbuh langsung dari lubuk hati, tetapi yang berbuat baik karena merasa berdosa itu karena merasa ada tekanan
atau dalam istilah al-quran طوعا او كرها (Terpaksa atau sukarela)

Kita disuruh oleh ALLAH untuk mengeluarkan infaq ke anak yatim dengan sukarela, atau dipaksa mengeluarkanya untuk penyaki atau penipu, maling atau di rampok, tinggal pilih ke salah satunya sama mengeluarkan infaq juga.
Jadi enak yang mana, dengan sukarela anda dipuji sebagai dermawan.

Dan allah pun sama memberikan ultimatum kepada langit dan bumi
 وقيل لها ولللارض ائتيا طوعا او كرها قلتا اتينا طائعين
langit dan bumi di tuntun oleh Allah untuk menghadap dengan sukarela atau terpaksa, langit dan bumi menjawab, kami menghadap dengan sukarela.

Jadi lakukan ibdah dengan IKHLAS tulus hati semata mata karena kita merasa bersyukur kepada allah atas segala kerunia dan kenikmatannya yang sudah kita terima, insyaallah kita akan lebih bersemangat untuk terus melakukan kebaikan dan pengabdian kepada allah.
Labels: Iqodzul Himam

Thanks for reading Beribadah karena syukur lebih hebat daripada beribadah karena takut dosa. Please share...!

0 Comment for "Beribadah karena syukur lebih hebat daripada beribadah karena takut dosa"

Back To Top