Hukum Islam Belum Final Semua, Tapi Nabi Muhammad Sudah Membuatkan Dasar-Dasarnya

1:31 AM
Setelah wafatnya nabi hukum islam belum final semua, Tapi Nabi Muhammad Sudah Membuatkan Dasar-Dasar hukumnya untuk disempurnakan.


Karena semua aturan merubah tradisi itu sangat sulit, semuanya secara gradual, secara bertahap, oleh karenanya Al-quran pun diturunkan dicicil, sedikit demi sedikit, contohnya larangan meminum khomar (arak) pun didalam alquran itu secara bertahap.

يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ اْلخَمْرِ وَ اْلمَيْسِرِ، قُلْ فِيْهِمَا اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ، وَ اِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ

نَّفْعِهِمَا، وَ يَسْأَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ، قُلِ اْلعَفْوَ، كَذلِكَ يُبَيّنُ اللهُ لَكُمُ اْلايتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ.

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafqahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berfikir. [QS. Al-Baqarah : 219] 

 Pada awalnya para sahabat bertanya tentang kebiasaan mereka meminum khomr/arak, lalu di jawab oleh nabi dengan ayat diatas, dan para sahabat memahai bahwa meminum khomr itu tidak dilarang tetapi banyak madorotnya/merusaknya daripada manfaatnya.

Dan pada suatu hari ada seorang muhajirin sedang menjadi imam sholat magrib, tetapi bacaanya banyak yang salah, karena dia sedang mabuk setelah minum khomar.

Di dalam Alquran di sebutkan dalam surat annisa ayat 43:

 ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَقْرَبُوا الصَّلوةَ وَ اَنْتُمْ سُكرى حَتّى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ

Artinya: hai orang-orang beriman janganlah kamu melakukan sholat sedangkan kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.

Akirnya nabi melarang kepada para sahabat untuk minum khomr.

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اِنَّمَا اْلخَمْرُ وَ اْلميْسِرُ وَ اْلاَنْصَابُ وَ اْلاَزْلاَمُ رِجْسٌ مّنْ عَمَلِ الشَّيْطنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ اْلعَدَاوَةَ وَ اْلبَغْضَآءَ فِى اْلخَمْرِ وَ اْلمَيْسِرِ وَ يَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَ عَنِ الصَّلوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). [QS. Al-Maidah : 90-91]

Keterangan diatas menjelaskan bahwa merubah tradisi itu sangat sulit, maka harus di lakuakn bertahap, sperti halnya Nabi menghukumi khamr, yang pada awalnya nabi cuma memperingatkan dan akirnya nabi melarang.

 Dan tentunya masih banyak sekali permasalahan-permasalahn lain yang belum terselesaikan, karena baginda nabi telah wafat, seperti halnya permasalahan perbudakan, aturan tahanan perang, waris, perdagangan dunia, Dll.

Tetapi nabi sudah membuatkan dasar-dasar hukum untuk itu semua, Sehingga kita sebagai umatnya harus terus berfikir dan meneruskan perjuangan nabi Muhammad.

Simak kelanjutan keterangan di atas melalui video di bawah ini:


Download Mp3 Ceramah Buya Syakur MA. DISINI!
Previous
Next Post »
0 Komentar