BUKAN CINTA PALSU - SURAT CINTA BUYA SYAKUR KE 8 - 9

9:02 AM
SURAT CINTA KE ( 8 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku mengerti bahwa debar jantungku ini bukan sekedar debaran,
tetapi karena selalu menyebut-nyebut namaMu.
Darahku yang mengalir deras ini bukan hanya sekedar mengalir,
tetapi karena selalu bertasbih memujiMu.
Air mata yang selalu menggenangi bola mata ini
adalah sebagai luapan dari suatu kerinduan
yang tidak dapat dibendung lagi
dan tidak dapat dirahasiakan lagi.
Semula aku ingin menyembunyikan cinta di hati ini,
biar tidak ada seorangpun yang tahu dan mengerti,
tetapi ternyata sia-sia,
betapa sulitnya menyembunyikan air mata.



SURAT CINTA KE ( 9 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku mengerti bahwa tidak ada seorangpun yang mencintai diriku.
Kalaupun ada orang yang mengatakan kepadaku “Aku cinta kepadaMu”
Ternyata cinta palsu.
Entah berapa kali aku terperangkap dalam cinta palsu.
Sekarang aku sadar hanya Engkau sajalah yang mencintai diriku,
buktinya bahwa cintaMu bukan palsu
Terlalu banyak dan tak terhingga,
tak dapat dituliskan dengan angka dan bilangan.
Sekarang aku telah yakin bahwa setiap cinta
yang kuberikan kepada siapapun selain kepadaMu,
selalu di penghujungnya adalah kekecewaan dan penderitaan.
Hanya cinta yang kuberikan kepadaMu yang mendapat jawaban pasti
Bahwa cinta ini berkenan dan tidak disia-siakan.
Aku yakin tidak seorangpun yang mampu mengerti
betapa besar cintaku kepadaMu,
bahkan sebaliknya mereka memperolok-olokkan diriku,
bahkan mereka menuduhku gila.
Kalaupun memang demikian aku rela dituduh gila,
karena memang aku tergila-gila kepadaMu.
Segala yang ada ingin kuberikan untukMu,
sehingga tidak ada sisa di tanganku,
karena aku berpendapat bahwa cinta itu masih palsu
bila yang diberikan hanya sebagian.
Cinta itu artinya sama dengan kesediaan untuk berkorban
dengan segala-galanya,
bahkan sampai dengan jiwa dan raga demi untuk yang dicintainya.
Biarkanlah mereka menuduhku orang gila,
ampunilah mereka
aku sudah memaafkan mereka.
Memang karena hanya sampai di situlah pengertian mereka.
Aku tidak dendam kepada mereka,
sekalipun mereka bermaksud jahat
ingin memutuskan hubunganku bersamaMu,
sekalipun mereka bermaksud buruk ingin memutuskan tali cinta,
sekalipun mereka bertujuan kejam
ingin mematikan sinar cinta ini.

Bagiku cukup terserah kepadaMu saja,
sekalipun hanya bersamaMu saja,
sekalipun mereka membenciku semua,
aku tidak peduli dengan komentar mereka,
aku tak pusing dengan ocehan mereka,
biarkanlah aku bersamaMu saja
aku sudah cukup merasakan suatu ketegaran hati
hanya bersamaMu tanpa siapapun.

Di sini aku hanya ingin menegaskan dengan sesungguhnya,
bahwa cintaku ini hanya kuserahkan kepadaMu saja,
tidak kubagikan dengan siapapun.
Hanya kepada Engkau sajalah kucurahkan
segala kandungan hati ini.
Hanya kepada Engkau sajalah aku mengadukan segala nasibku.
Hanya kepada Engkau sajalah aku mempercayakan diriku.
Hanya kepada Engkau sajalah aku menyerahkan hidup dan matiku.
Hanya kepada Engkau sajalah aku menitipkan seluruh hidupku.

Terserah kepada Engkau apakan diriku,
aku pasti rela,
tetapi tolong satu saja,
terimalah cintaku
Jangan Engkau sia-siakan
dan izinkanlah aku selalu menyebut namaMu.

Previous
Next Post »
0 Komentar