KHAYALKU DAN MIMPIKU - Puisi Sang Sufi Sejati


Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.

Setelah aku mengerti bahwa cinta bisa terjadi
sekalipun hanya dengan tatapan sefihak.
Engkau selalu menatapku,
tapi aku tidak pernah menatapMu.

Aku hanya merasakan kehadiranMu
dan aku sadar bahwa Engkau selalu menatapku,
tidak pernah sekejappun aku terlepas dari pandanganMu.

Bukan hanya gerak-gerikku yang selalu dalam pengawasanMu,
bahkan gerak hatiku,
Semuanya dalam pemantauanMu.
Bahkan sampai kepada khayal dan mimpiku
selalu dalam kontrol dan monitor.

Untuk itu,
Sekalipun aku tidak berucap dengan lidahku,
Engkau pasti tahu,
bahwa aku benar-benar mencintaiMu.

Bila dengan sengaja aku mengucapkan bahwa aku mencintaiMu,
itu adalah sekedar utuk memberikan ketenangan
dan ketentraman jiwaku;
bahwa aku sudah menyatakan.

Bukan dengan maksud supaya Engkau tahu,
Memang Engkau sudah tahu sekalipun tidak kuucapkan.
Pernyataan ini adalah untuk diriku sendiri,
bahwa aku telah mengambil kesimpulan yang pasti,
bahwa aku mencintaiMu.

-------------

Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.

Setelah aku mengerti bahwa kegelisahan
yang selalu menyelimuti diriku ini
adalah sebenarnya bukan kegelisahan
tetapi merupakan penantian yang terlalu lama ingin berjumpa.

Sehingga terasa dadaku seperti diremas-remas
oleh sesuatu perasaan keraguan dan kebimbangan,
apakah aku dapat bertemu denganMu ?

Sungguh aku telah berupaya,
tentu dengan segala kemampuan yang tidak ada artinya,
sekalipun hanya dengan menyebut namaMu
dalam suatu lagu yang selalu kunyanyikan
bersama tenggelam dan terbitnya matahari
dan di tengah malam yang sepi.


Labels: puisi

Thanks for reading KHAYALKU DAN MIMPIKU - Puisi Sang Sufi Sejati. Please share...!

0 Comment for "KHAYALKU DAN MIMPIKU - Puisi Sang Sufi Sejati"

Back To Top