SUJUD KEPADAMU HINGGA FAJAR MENYINGSING - SURAT CINAT BUYA SYAKUR KE 19

9:16 PM
SURAT CINTA KE ( 19 )

Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku diberi kesempatan berkenalan denganMu,
yang merupakan puncak kebahagiaanku
Sehingga setelah Engkau bukakan pintu dan aku diperkenankan masuk,
di situlah aku merasakan ketentraman dan kedamaian,


dan ini merupakan suatu nikmat yang terbesar
yang Engkau berikan kepadaku
sehingga sekarang aku tidak lagi peduli
dan tidak lagi menyesali
sekalipun aku belum banyak berbuat baik kepadaMu.

Aku merasakan bahwa aku dapat berkenalan denganMu
adalah karena bukan usahaku yang sungguh-sungguh
dan bukan karena kerja kerasku itu dapat berkenan di sisiMu
setelah pada suatu ketika diuji dan dicoba,
karena mungkin saja dalam hasil kerjaku itu
masih saja terdapat bintik-bintik hitam,
sehingga masih perlu lagi untuk dimurnikan.

Dengan suatu hipotesa,
kalau seandainya aku ini Engkau berikan ujian dan cobaan,
sehingga kelezatan dan kemewahan hidup ini menjadi berkurang,
kemudian dapat mengurangi kesempatan berbuat baik,
tetap saja bila tanpa pertolonganMu aku masih ambisi
untuk hidup enak di dunia,
dan menggebu-gebu ingin berbuat kebaikan untuk hari nanti

bila kita mengadakan pertemuan,
tentu tidak lepas meniru gaya orang kaya raya
yang berkehidupan mewah,
yaitu hanya ingin berbuat sesuatu
yang sifatnya hanya sekedar memenuhi formalitas
tanpa ada kesungguhan hati dan tanpa susah payah,
dengan sikap yang masih saja tetap mengejar kemewahan
dan mengikuti jejak nafsu.

Dengan kesempatan yang Engkau berikan kepadaku
untuk berkenalan denganMu,
yaitu dengan suatu ujian dan cobaan
yang Engkau jatuhkan atas diriku,
sehingga segala usahaku mejadi bangkrut
dan tubuhku menjadi lemah lunglai,
adalah dapat kumengerti
yaitu Engkau ingin membersihkan budi pekertiku yang tercela,
karena Engkau ingin mensucikan diriku
dari sifat-sifat yang buruk.

Sehingga dengan demikian aku dapat melesat dari penjara dunia
yang sangat sempit ini menuju alam yang lebih luas dan bebas
sehingga dengan demikian aku lebih yakin lagi bahwa sebiknya
aku menyerah kepada kebijaksanaanMu untuk menentukan dan memilih

sejak kini aku tidak lagi mengajukan usul dan protes
atas segala keputusanMu
karena dengan kepasrahan ini
dengan tidak ada keluh kesah terhadap segala keputusanMu
untuk menguji diriku
sekarang aku merasakan seolah darahku
telah berganti dengan darah baru
dagingku berganti dengan daging baru
aku terlepas dari segala belenggu
lalu aku dapat memulai kerja lagi dengan semangat baru
dan dengan nafas yang baru

sekarang aku telah dapat menghadapi segala ujian dan cobaanMu
dengan jiwa yang tenang dan ini adalah berkat pertolonganMu
sehingga segala ujian dan cobaan dapat kujalani
dengan kesenangan hati dan ketenangan jiwa
kalau saja teman-taman mengerti hal ini tentu mereka pun
akan gembira dalam menghadapi segala ujian dan cobaanMu
walau demikian aku belum merasa cukup apalagi bangga diri
dengan kepsarahanMu
karena aku faham betul terhadap kelemahan diriku

sungguh sangat jauh bila dibandingkan dengan sahabatku
yang telah dapat membuktikan jati dirinya
sekalipun tubuhnya telah rusak
dagingnya telah rontok
darah dan nanah mengalir dari kulitnya
dikerumuni lalat dan semut
dan masih bertahan untuk mengekang rasa sakitnya
kaki atau tangannya dibalut
hatinya tegar
mulutnya tetap memuji segala nikmatmMu atas dirinya

di tengah malam dia bergegas menghadap kiblat
bersujud menyembahMu hingga fajar menyingsing di ufuk timur
demikian itu karena dia sadar bahwa dalam keadaan seperti itu
dia dapat merasakan adanya suatu kesempatan yang terkuak lebar
untuk berkenalan denganMu.
Previous
Next Post »
0 Komentar