Selalu menanti jawabanMu - SURAT CINTA BUYA SYAKUR KE 11&12

9:05 AM
SURAT CINTA KE ( 11 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku banyak pengalaman
Bahwa bekerja untuk selainMu tak pernah mencukupi,
tidak pernah memuaskan,
bahwa selalu dipersalahkan.
sekali bersalah dimarahi,
dua kai salah diancam,
tiga kali salah dipecat,
tak ada lagi maaf setelah itu.
Tetapi setelah aku hanya bekerja untukMu.
Aku selalu bersalah
dan Engkau selalu memaafkan kesalahanku.
Sekecil apapun kebaikan yang kulakukan,
selalu besar di sisiMu,
bahwa Engkau berikan imbalan berlipat ganda.
Kalau demikian adanya,
bila Engkau tidak memberikan ampunan kepadaku,
tentu aku rela dan aku suka,
asalkan satu permintaanku
cantumkanlah aku ke dalam daftar pegawaiMu,
dengan pangkat apapun bolehlah,
asalkan aku termasuk orang-orang yang mengabdi kepadaMu,
sekalipun hanya sebagai penjaga pintu rumahMu.


SURAT CINTA KE ( 12 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku mengerti bahwa segala rekayasaku
dan segala usahaku itu hanya sia-sia belaka.
Padahal segala kebutuhanku telah mendapat jaminan dariMu.
Ini suatu bukti betapa dungunya diriku,
betapa gelap pandangan hatiku
dan betapa aku ini tak tahu diri.
Sesuatu yang sudah mendapat jaminan dariMu aku usahakan
tetapi sesuatu yang Engkau perintahkan malah terbengkalai.
Yang penting bagaimana aku menjadi pelayanMu yang baik,
soal imbalan tidak perlu lagi difikirkan.
Apalagi hambaMu yang penuh taat
sedangkan hambaMu yang pembangkangpun
masih juga tetap Engkau santuni dan Engkau kasihi.
Keputusanku bahwa aku cinta kepadaMu adalah bukan rayuan,
tetapi dengan segala kesiapan diriku untuk Engkau uji,
benarkah cinta ini dan bukan palsu.
Sekalipun apa yang kupinta kepadaMu telah bertahun-tahun
belum juga Engkau kabulkan,
sekalipun aku merasakan terlalu lama,
sekalipun menurut angan-anganku sudah sangat terlambat
dan dalam saat itu aku tetap meminta
dan memohon dengan segala rendah hati,
aku senantiasa berdiri tegak di depan pintuMu,
mengetuk berkali-kali,
Aku tidak pernah jemu dan tidak akan berputus asa.
Karena kalau tidak mengetuk pintuMu,
pintu siapakah yang akan kuketuk?
Aku tidak akan berputus asa menanti jawabanMu,
karena aku sampai saat ini dan untuk seterusnya
tetap berkeyakinan bahwa Engkau tidak akan mengingkari janjiMu,
bahwa Engkau menjamin akan memberikan jawaban terhadap permohonanku.
Tetapi jawaban itu tentunya,
aku serahkan kepadaMu untuk menentukannya sesuai
dengan kehendakMu dan pilihanMu dan bukan diriku yang menentukannya
apa yang harus Engkau berikan kepadaku.
Demikian pula mengenai waktunya
Kapan pemohonanku Engkau kabulkan,
juga aku serahkan kepada kekuasaanMu.
Sekarang boleh,
besok boleh,
seratus tahun lagipun boleh,
aku tidak akan menyangkal.
Kesemuanya ini adalah karena cintaku kepadaMu
adalah cinta yang dapat memenuhi langit dan bumi.
Sehingga tidak layak aku yang menentukan untukMu,
tetapi Engkaulah yangmenentukan untuk diriku.
Silahkan apa saja yang Engkau berikan kepadaku,
asalkan pemberianMu itu nantinya dapat menyejuki
sekeping hatiku yang telah keriput ini.
Aku tidak dapat memastikan apa yang terbaik untuk diriku,
karena memang aku tidak tahu apa-apa,
mungkin saja yang kusenangi itu tidak baik untuk diriku,
tetapi yang tidak kusenangi itu malah merupakan sesuatu
yang paling bermanfaat untuk diriku.
Kalau demikian,
dapat kukatakan dengan pasti bahwa pilihanku ialah,
bahwa aku telah meimilih untuk tidak menentukan pilihan.
Mengapa aku berkata demikian,
sebabnya karena aku mengerti bahwa Engkau mencipta apa
yang Engkau sukai dan Engkau memilih apa yang Engkau sukai,
jadi apa yang Engkau sukai itulah yang aku sukai.
Ini semuanya adalah karena aku ingin membuktikan
bahwa aku benar-benar mencintaiMu.

Previous
Next Post »
0 Komentar