SURAT CINTA BUYA SYAKUR KE 13 sampai 16

9:05 AM
SURAT CINTA KE ( 13 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku faham betul apa yang menjadi kesukaanMu,
yaitu supaya aku bersabar dan berserah diri kepadaMu.
Untuk itu aku tidak lagi minta sehat wal ‘afiat dan umur panjang,
karena bila aku minta umur panjang berarti
aku bohong ingin cepat bertemu denganMu.
Dan kenyataannya semua orang minta sehat wal afiat,
tetapi kenyataannya semua juga gulung tikar.
Kalaupun seandainya permohonanku selalu tidak Engkau kabulkan,
silahkan bila Engkau suka melihat air mataku selalu berlinang.
Bila dengan sengaja Engkau memperlambat pengkabulan atas permohonanku,
silahkan biar Engkau tahu aku menangis setiap malam.
Seandainya permohonanku selalu Engkau simpan
dan nanti Engkau berikan pada saat aku bertemu denganMu,
juga silahkan biar Engkau tahu bagaimana aku bersyukur kepadaMu,
wajahku yang kuanggap paling mulia ini akan kuhujamkan
Ke tanah di hadapanMu,
lalu tanah itu akan dibanjiri oleh air mataku.
Sungguh aku tidak tergesa-gesa permohonanku supaya Engkau kabulkan,
karena aku takut dengan kesegeraan pengkabulan itu
Adalah karena Engkau jijik mendengar suaraku merengek,
supaya aku segera enyah dari hadapanMu.


SURAT CINTA KE ( 14 )
ku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku sadar bahwa sekalipun mulutku belum mengucapkan,
meminta sesuatu dariMu,
tetapi baru dalam gerak hati sudah Engkau berikan kepadaku,
karena memang Engkau Maha Mengerti segala gerak hatiku.
Untuk itu bila aku berucap minta sesuatu kepadaMu,
maka itu sesungguhnya karena aku benar-benar dalam keterpaksaan,
yang tidak dapat kuelakkan,
sehingga lidahku tergetar sendiri dan mulutku menganga sendiri
di luar kehendakku,
yaitu :”Ampunilah segala kesalahanku, aku berjanji akan tetap
Setia kepadaMu, terimalah cinta murniku ini dan percayalah
Engkau tidak akan kumadu dengan siapapun,
hanya kepada Engkau sajalah cinta ini kupersembahkan”.
Aku sudah siap untuk Engkau uji dengan ujian apapun,
untuk membuktikan,
bahwa benar-benar hanya Engkau saja yang aku cintai.


SURAT CINTA KE ( 15 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku mengerti bahwa Engkau tidak pernah ingkar janji.
Aku tidak akan lagi meragukn janji-janjiMu,
sekalipun waktunya telah Engkau tentukan kemudian tidak kunjung datang
aku tidak lagi meragukan akan kebenaran janjiMu,
karena mungkin saja dikarenakan ada sesuatu sebab,
hanya Engkau yang tahu dan aku tidak tahu,
sehingga aku tetap menanti sampai kapanpun,
dan jiwaku tetap saja tenang,
sekalipun aku tidak tahu kapan janjiMu akan datang,
karena aku sudah benar-benar mengenalMu.


SURAT CINTA KE ( 16 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku sungguh-sungguh mengenalMu,
terutama setelah surat-suratMu kubaca berulang-ulang
sampai aku hafal betul.
Di dalam ungkapan-ungkapan yang tersembunyi di dalam surat-suratMu itu,
aku dapat memastikan bahwa Engkau benar-benar sayang kepadaku.
Seribu janjiMu telah terbukti,
kalaulah ada tersisa satu atau dua yang belum terbukti
bukan berarti Engkau ingkar janji,
tetapi karena ada sesuatu
yang aku tidak tahu apa sebabnya.
Untuk itu aku tetap menanti dan pasti akan terjadi.
Di samping itu, wahai kekasihku,
aku sangat kagum terhadap gaya bahasa surat-suratMu
yang selalu kusimpan dan kubaca berulang-ulang ini,
sungguh sangat indah dan memukau,
sehingga aku tidak dapat membayangkan
betapa kecerdikanMu dan betapa hebat ilmuMu,
sehingga aku dapat memastikan tidak mungkin
ada seorang manusiapun yang dapat meniru keindahan surat-suratMu ini.
dan yang anehnya,
aku sering membaca surat dari teman dan handai taulan,
setelah kubaca dua tiga kali,
lalu akupun bosan,
tetapi surat-suratMu yang selalu kubawa dan selalu kukantongi,
sekalipun kubaca berulang kali tidak pernah membosankan,
tetap indah,
tetap bagus,
dan tetap memukau,
bahkan semakin sering kubaca,
semakin merasuk ke dalam sukmaku
dan lalu akupun semakin tergila-gila mencintaiMu.
Sungguh aneh keindahan yang kurasakan dalam surat-suratMu.
Bahasanya lugas,
singkat,
padat,
tepat,
indah dan tepat sasaran.
Seolah bila menceriterakan diriku,
sepertinya aku benar-benar ditelanjangi,
aku dibikin tidak berkutik,
pada saat-saat aku merasakan adanya kegelisahan,
tidak ragu lagi segera kubaca suratMu
lalu akupun merasakan satu kedamaian di dalam jiwa ini.
Di dalam surat-suratMu juga mengandung irama yang sangat bagus,
sehingga dadaku ikut berguncang dan berdendang.
Aku berkali-kali mencoba ingin menguji,
tentunya ini karena sifat usilku,
ingin menguji dan meneliti barangkali ada salah kata
atau kekeliruan dalam ungkapan.
ternyata satu hurufpun tidak kujumpai yang salah.
Benar-benar ajaib,
semuanya benar dan sangat indah,
juga tidak pernah membosankan.
Sehingga aku benar-benar terpukau
Dan aku tidak segan-segan untuk menyatakan dengan sesungguhnya
bahwa aku tidak mampu meniru surat-suratMu,
apalagi seluruhnya,
sepotong kalimatpun sungguh di luar kemampuanku.

Previous
Next Post »
0 Komentar