SURAT CINTA BUYA SYAKUR KE 4 - menyanyikan lagu-laguMu di tengah malam y...

8:56 AM
SURAT CINTA KE ( 4 )

Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku mengerti bahwa tidak akan lidahku bergerak
menyanyikan lagu-laguku,
kecuali karena terdorong dan tertarik.
Dan memang sangat menyenangkan
pada saat lidahku menyebut-nyebut namaMu.

Mengapa hanya sekedar menyebut namaMu
aku dapat merasakan kedamaian yang sangat dalam ini,
sehingga aku merasakan kehadiranMu yang selalu di dekatku,
sehinggga aku merasakan selalu bersamaMu.

Bahkan terkadang aku merasakan bulu romaku meremang
seperti ketika aku melihat sesuatu yang mendahsyatkan.
Bahkan pori-pori tubuhku seperti ditembusi suatu kesejukan
dan terasa sejuk di sekujur tubuhku.

Bahkan pandangan mataku seperti berkunang-kunang,
Segala macam warna gemerlap muncul dan memancar,
bahkan nafasku terasa seperti tersendat-sendat
dengan degup jantung yang keras.

Semuanya itu kurasakan pada saat-saat
menyanyikan lagu-laguMu di tengah malam yang sepi,
tidak ada sesuatupun yang berusik,
detak jam dindingpun seolah mogok,
seperti suatu kebekuan yang sungguh
tidak dapat kugambarkan dengan bahasaku.
Tetapi yang kurasakan seolah-olah
benda-benda yang ada di sekelilingku terdiam
tidak ada yang bergerak dan tidak ada yang beranjak.
Bahkan pada saat seperti itu
aku juga merasakan seolah sekujur tubuhku
terdiam tak bergerak.

Pada saat-saat itulah terikan kerinduan meronta,
lalu debaran jantung yang sungguh hebat,
menyebabkan nafasku tersengal.

Debaran jantungku dapat kurasakan berbeda-beda,
ada yang seperti jeritan,
ada yang seperti tangisan,
teradang diantara debaran jantungku kurasakan
bisikan halus yang melerai,
yang artinya “bersabarlah”,
tetapi sampai kapan aku bersabar dan menanti ?
Kurasakan lang kahku semakin lamban menelusuri titian kehidupan ini,
tetapi walaupun demikian aku akan dapat merasa tenang
dan lega hati bila sudah ada suatu kepastian dariMu
bahwa suatu ketika aku dapat berjumpa denganMu.


Memang ada terselip di dalam salah satu suratMu,
yang isinya begini:”Wahai jiwa yang tenang,
Kembalilah kepada tuhanMu,
Jadilah engkau hambaKu
Dan silahkan masuk sorga”.

Sementara dalam penantian yang sungguh sangat panjang ini,
tak akan kubiarkan waktu itu kosong dan hampa,
kecuali kuisi dengan menyanyikan lagu dan bekerja keras
dan peras keringat mencari bekal dan menabung sebanyak mungkin,
barangkali saja nantinya ada gunanya,
minimal untuk membujuk teman kerabat dan anak cucu
supaya mau bersama-sama menyanyikan lagu bersamaku.

Previous
Next Post »
0 Komentar