SULITNYA MENGENDALIKAN DIRI - SURAT CINAT BUYA SYAKUR KE 22-24

5:32 AM

SURAT CINTA KE ( 22 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku dapat menangkap keinginanMu,
yaitu Engkau ingin selalu merahasiakan cinta.
Untuk itu aku sadar bahwa aku harus selalu sembunyi dan menyamar,
harus selalu rendah hati baik menurut diriku sendiri
maupun menurut orang lain,
sebab kalau tidak demikian nantinya jiwaku akan dirasuki
oleh perasaan halus ingin menarik simpati orang lain terhadap kebolehan
yang ada di dalam diriku,
lalu jiwaku secara pelan-pelan akan terseret secara tidak kusadari
oleh diriku sendiri ingin dilihat oleh orang lain.


SURAT CINTA KE ( 23 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Karena aku telah hampir hafal dengan seluk beluk jiwaku sendiri,
mungkin saja aku terjerembab ke dalam perasaan ingin dilihat
orang lain sekalipun pada waktu itu tidak ada orang lain
yang melihatku.
Sehingga dengan ketersembunyian ini nantinya aku dapat terhindar
dari angin tofan yang hitam.
Sehingga aku dapat bertahan pada posisiku yang sebenarnya,
bahkan akupun dapat terhindar dari menilai kemurnian diriku.
Aku sadar sekarang,
berkat bimbingan dan petunjukMu
bahwa manusia itu pada umunya mengalami kebangkrutan
kecuali orang-orang yang Engkau kasihi.
Memang aku juga sadar betapa sulitnya melerai jiwaku ini
supaya jangan timbul keinginan untuk dilihat orang.
Inilah sesuatu yang paling berharga di dunia ini.


SURAT CINTA KE ( 24 )
Aku cinta kepadaMu.
Inilah keputusanku yang terakhir untuk aku sampaikan kepadaMu.
Setelah aku mengerti betapa sulitnya mengendalikan jiwa ini,
betapa seringnya aku berusaha dengan segala kesusahan
dan sungguh sangat melelahkan untuk menumpas keinginan
dilihat orang lain dari dalam jiwaku.
Semula berwarna merah,
setelah kutindas muncul lagi dengan warna hijau,
sehingga kukira sesuatu yang lain.
Semula berwarna biru,
setelah kumusnahkan muncul lagi dengan warna kuning,
sehingga kukira sesuatu yang lain,
ternyata itu-itu juga,
keinginan untuk dilihat orang lain


Previous
Next Post »
0 Komentar